Akibat Overtourism terhadap Destinasi Wisata Terkenal

Surga yang Terluka: Ketika Pesona Destinasi Tercekik Overtourism

Overtourism, fenomena di mana jumlah wisatawan melebihi kapasitas daya dukung sebuah destinasi, telah menjadi ancaman serius bagi banyak tempat terkenal di dunia. Alih-alih membawa berkah ekonomi, kehadirannya justru menyeret destinasi idaman ke jurang kerusakan.

1. Lingkungan Terdegradasi:
Dampak paling nyata terlihat pada lingkungan. Peningkatan sampah, polusi udara dan air, serta kerusakan ekosistem alami seperti terumbu karang, hutan, dan jalur pendakian menjadi pemandangan umum. Keseimbangan alam terganggu, mengancam flora dan fauna endemik.

2. Komunitas Lokal Tergusur & Budaya Terkikis:
Komunitas lokal merasakan tekanan langsung. Harga sewa properti melambung, mengusir penduduk asli dan mengubah wajah kota menjadi ‘museum’ turis. Keaslian budaya terkikis, digantikan oleh komersialisasi berlebihan dan atraksi yang dibuat-buat. Interaksi otentik hilang, diganti keramaian yang mengganggu.

3. Infrastruktur Kewalahan & Pengalaman Wisata Memudar:
Infrastruktur kota, mulai dari transportasi umum, sistem air, hingga pengelolaan limbah, seringkali kewalahan menanggung beban. Akibatnya, kemacetan, antrean panjang, dan fasilitas yang tidak memadai merusak pengalaman wisatawan itu sendiri. Pesona yang dicari justru hilang dalam lautan manusia.

Overtourism bukan sekadar masalah jumlah, melainkan masalah keberlanjutan. Diperlukan solusi kolaboratif dari pemerintah, industri pariwisata, masyarakat, dan wisatawan sendiri. Mulai dari pembatasan kuota, diversifikasi destinasi, hingga edukasi pariwisata bertanggung jawab, agar surga-surga dunia ini tetap lestari dan pesonanya tak pudar dimakan waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *