Kebijakan Fiskal serta Moneter dalam Mengalami Resesi Global

Menavigasi Badai Resesi: Harmoni Fiskal dan Moneter untuk Pemulihan

Resesi global adalah periode kontraksi ekonomi yang meluas, ditandai penurunan aktivitas bisnis, peningkatan pengangguran, dan anjloknya kepercayaan pasar. Dalam kondisi genting ini, kebijakan fiskal dan moneter menjadi garda terdepan untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pemulihan.

1. Kebijakan Fiskal: Suntikan Langsung dari Pemerintah

Dijalankan oleh pemerintah, kebijakan fiskal berfokus pada pengelolaan anggaran negara. Saat resesi, tujuannya adalah merangsang permintaan agregat dan menciptakan lapangan kerja. Langkah-langkahnya meliputi:

  • Peningkatan Belanja Pemerintah: Investasi pada infrastruktur, program bantuan sosial, atau subsidi langsung untuk sektor yang terdampak. Ini menyuntikkan uang langsung ke perekonomian, mendorong konsumsi dan investasi.
  • Pemotongan Pajak: Mengurangi tarif pajak penghasilan atau pajak korporasi untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong perusahaan untuk berinvestasi dan berekspansi.

Namun, langkah fiskal ekspansif ini seringkali berujung pada peningkatan defisit anggaran dan utang negara.

2. Kebijakan Moneter: Stabilisator dari Bank Sentral

Diatur oleh bank sentral, kebijakan moneter bertujuan mengendalikan jumlah uang beredar dan suku bunga untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan. Dalam resesi, fokusnya adalah memastikan ketersediaan likuiditas dan biaya pinjaman yang rendah:

  • Penurunan Suku Bunga Acuan: Membuat pinjaman lebih murah bagi bank, yang kemudian dapat menyalurkan kredit lebih murah ke masyarakat dan bisnis, mendorong investasi dan konsumsi.
  • Pelonggaran Kuantitatif (Quantitative Easing – QE): Bank sentral membeli obligasi pemerintah atau aset lainnya dari pasar, menyuntikkan likuiditas besar-besaran ke sistem perbankan. Ini menurunkan imbal hasil obligasi jangka panjang dan mendorong bank untuk meminjamkan lebih banyak.

Efektivitas kebijakan moneter bisa terbatas jika suku bunga sudah sangat rendah (mendekati nol) atau kepercayaan pasar sangat rendah.

Sinergi dan Tantangan

Efektivitas penanganan resesi global terletak pada sinergi antara kedua kebijakan ini. Kebijakan fiskal memberikan dorongan langsung ke ekonomi, sementara kebijakan moneter memastikan dukungan likuiditas dan biaya pinjaman yang rendah.

Namun, tantangannya meliputi: koordinasi yang erat antar lembaga, waktu implementasi yang tepat, ruang fiskal/moneter yang terbatas, serta risiko inflasi (jika stimulus berlebihan) atau deflasi (jika stimulus tidak cukup).

Kesimpulan

Dalam menghadapi badai resesi global, tidak ada satu solusi tunggal. Kombinasi kebijakan fiskal ekspansif yang ditopang oleh kebijakan moneter akomodatif adalah kunci untuk memitigasi dampak, mempercepat pemulihan, dan membangun ketahanan ekonomi di masa depan. Harmoni antara pemerintah dan bank sentral menjadi penentu utama keberhasilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *