Indonesia dan Paris Agreement: Komitmen Global, Aksi Nasional untuk Iklim Lestari
Paris Agreement adalah tonggak sejarah global dalam upaya kolektif memerangi perubahan iklim. Bagi Indonesia, perjanjian ini bukan sekadar kewajiban diplomatik, melainkan cerminan dari komitmen mendalam terhadap keberlanjutan planet dan perlindungan bangsanya dari dampak iklim.
Kedudukan Kuat Indonesia:
Indonesia memegang kedudukan penting sebagai negara pihak dalam Paris Agreement. Komitmen ini secara resmi diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement. Sebagai negara kepulauan besar dengan hutan tropis yang luas, Indonesia diakui sebagai salah satu "paru-paru dunia" sekaligus rentan terhadap dampak perubahan iklim seperti kenaikan permukaan air laut dan cuaca ekstrem.
Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC):
Inti dari komitmen Indonesia dalam Paris Agreement adalah Nationally Determined Contributions (NDC). Dalam NDC, Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Awalnya, target pengurangan emisi adalah 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan dukungan internasional pada tahun 2030. Komitmen ini telah diperbarui dan ditingkatkan menjadi 31.89% (upaya sendiri) dan 43.2% (dengan dukungan internasional), menunjukkan ambisi yang lebih tinggi.
Aksi Nyata di Tingkat Nasional:
Untuk mencapai target NDC tersebut, Indonesia fokus pada beberapa sektor kunci:
- Kehutanan dan Penggunaan Lahan (FOLU Net Sink 2030): Menargetkan tercapainya serapan bersih emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan pada tahun 2030.
- Transisi Energi: Mendorong pengembangan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
- Pengelolaan Limbah: Meningkatkan efisiensi dan mengurangi emisi dari sektor limbah.
- Pertanian dan Industri: Menerapkan praktik yang lebih ramah lingkungan.
Selain mitigasi, Indonesia juga aktif dalam upaya adaptasi untuk membangun ketahanan terhadap dampak perubahan iklim yang tak terhindarkan.
Kesimpulan:
Kedudukan Indonesia dalam Paris Agreement adalah sebagai aktor kunci yang aktif dan bertanggung jawab. Dengan komitmen yang terus diperkuat dan aksi nyata di tingkat nasional, Indonesia berupaya keras berkontribusi pada tujuan global menjaga kenaikan suhu bumi, sekaligus memastikan masa depan yang lestari dan aman bagi rakyatnya. Ini adalah investasi jangka panjang untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan bangsa.