Revolusi Portabel: Bisakah Konsol PC Goyahkan Dominasi Nintendo Switch?
Selama bertahun-tahun, Nintendo Switch nyaman bertakhta sebagai raja konsol portabel, dikenal dengan game eksklusifnya yang ikonik dan konsep hybrid yang inovatif. Namun, kini gelombang konsol portabel baru bermunculan, siap menantang status quo.
Sebut saja Steam Deck, ASUS ROG Ally, hingga Lenovo Legion Go. Perangkat-perangkat ini membawa visi berbeda: menghadirkan pengalaman gaming PC seutuhnya dalam genggaman. Dibekali spesifikasi jauh lebih powerful, mereka mampu menjalankan game-game AAA modern dengan grafis memukau, sesuatu yang Switch kesulitan lakukan. Akses ke perpustakaan game PC yang luas (Steam, Epic Games, Xbox Game Pass) menjadi nilai jual utama, tanpa terikat eksklusifitas platform.
Meski begitu, Nintendo Switch punya senjata rahasia: jajaran game eksklusif tak tertandingi seperti Zelda, Mario, dan Pokémon yang tidak akan ditemukan di platform lain. Kesederhanaan, daya tarik keluarga, dan konsep hybrid yang bisa jadi konsol rumahan juga tetap relevan dan dicintai banyak orang.
Jadi, akankah konsol portabel berbasis PC ini benar-benar menggulingkan Switch? Mungkin tidak sepenuhnya. Mereka lebih menciptakan segmen pasar baru: untuk gamer yang menginginkan kekuatan PC di mana saja, yang rela membayar lebih mahal untuk performa dan fleksibilitas. Alih-alih dominasi tunggal, kita mungkin akan melihat pasar yang lebih beragam, di mana setiap konsol punya daya tariknya sendiri. Ini adalah kabar baik bagi para gamer, karena pilihan semakin banyak dan inovasi terus didorong.