Akibat Gadget saat sebelum Tidur pada Mutu Rehat

Senja Digital: Pencuri Kualitas Tidur Anda

Sebelum memejamkan mata, banyak dari kita tergoda untuk menengok layar gadget, entah sekadar mengecek notifikasi, berselancar di media sosial, atau menonton video. Kebiasaan ini, meski terasa sepele, menyimpan dampak serius bagi kualitas tidur kita yang sangat berharga.

Musuh utama adalah "sinar biru" yang dipancarkan layar ponsel, tablet, atau laptop. Sinar ini menipu otak, membuatnya berpikir hari masih siang. Akibatnya, produksi hormon melatonin—pengatur tidur alami tubuh—terhambat. Melatonin yang kurang membuat kita sulit merasa mengantuk dan lebih lama untuk tertidur.

Selain itu, konten yang kita konsumsi (media sosial, berita, game) justru merangsang otak. Bukannya rileks, otak justru aktif berpikir, memproses informasi, atau bahkan merasa cemas. Ini mengganggu fase tidur nyenyak (REM dan non-REM dalam) yang esensial untuk pemulihan fisik dan mental. Hasilnya? Tidur yang terfragmentasi, tidak berkualitas, dan durasi istirahat yang tidak optimal.

Singkatnya, gadget sebelum tidur bukan hanya menunda waktu Anda terlelap, tetapi juga merampas kedalaman dan efisiensi istirahat Anda. Untuk rehat yang berkualitas dan pagi yang segar, jeda dari layar digital adalah kuncinya. Berikan jeda setidaknya satu jam sebelum tidur, dan rasakan perbedaannya.

Exit mobile version