Jamu berbahaya

Waspada Jamu Berbahaya: Bukan Khasiat, Tapi Racun Terselubung!

Jamu, ramuan tradisional warisan leluhur, seringkali dipercaya sebagai solusi alami untuk berbagai keluhan kesehatan. Namun, di balik citra alaminya, tersimpan bahaya serius yang seringkali luput dari perhatian: jamu oplosan atau adulterasi.

Bukan rahasia lagi bahwa banyak produk jamu di pasaran yang dicampur dengan Bahan Kimia Obat (BKO). Ini dilakukan untuk memberikan efek instan yang seolah-olah manjur, padahal bahannya adalah obat sintetis yang seharusnya diberikan berdasarkan resep dan pengawasan dokter. Contoh BKO yang sering ditemukan antara lain:

  • Steroid: Memberi efek "segar" atau penambah nafsu makan, namun penggunaan jangka panjang bisa merusak ginjal, tulang keropos, hingga diabetes.
  • Pereda Nyeri/Anti-inflamasi: Memberi efek instan menghilangkan pegal atau nyeri, tetapi berisiko merusak lambung, ginjal, dan jantung.
  • Sildenafil: Dicampur dalam jamu kuat pria, berisiko tinggi bagi penderita jantung dan bisa menyebabkan efek samping serius.

Selain BKO, jamu berbahaya juga bisa berasal dari kontaminasi bakteri atau jamur akibat proses produksi yang tidak higienis, atau bahkan penggunaan tanaman herbal yang salah/beracun dengan dosis tidak tepat.

Dampaknya? Alih-alih sembuh, Anda bisa mengalami kerusakan organ vital seperti hati dan ginjal, gangguan pencernaan, masalah jantung, hingga ketergantungan.

Bagaimana menghindarinya? Selalu pilih jamu yang memiliki izin edar resmi dari BPOM. Jangan mudah tergiur janji "sembuh instan" atau testimoni berlebihan. Ingat, yang alami butuh proses, bukan keajaiban sesaat yang justru membahayakan nyawa. Kesehatan Anda taruhannya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *