Sorotan Media: Penyelamat atau Penantang Popularitas Olahraga Tradisional?
Olahraga tradisional adalah permata budaya yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal. Namun, di era digital ini, popularitasnya seringkali berhadapan dengan gelombang olahraga modern. Di sinilah peran media massa menjadi krusial, bertindak sebagai pedang bermata dua: penyelamat sekaligus penantang.
Penyelamat: Mengangkat ke Permukaan
Media massa, dari televisi, radio, hingga platform digital dan media sosial, memiliki kekuatan luar biasa untuk meningkatkan visibilitas olahraga tradisional. Liputan berita, dokumenter, atau bahkan siaran langsung turnamen lokal dapat memperkenalkan olahraga ini kepada jutaan pasang mata yang sebelumnya tidak menyadari keberadaannya. Ini membuka pintu bagi generasi baru untuk mengenal, mengapresiasi, bahkan tertarik untuk berpartisipasi. Eksposur media juga dapat menarik sponsor, membantu profesionalisasi, dan menjaga denyut nadi keberlanjutan olahraga tradisional dari kepunahan. Media membantu mengubah citra dari sekadar "masa lalu" menjadi "warisan yang relevan."
Penantang: Tergerus Arus Dominasi
Di sisi lain, media massa juga menjadi penantang berat. Alokasi waktu dan ruang liputan media cenderung didominasi oleh olahraga modern yang lebih komersil dan memiliki basis penggemar global. Olahraga tradisional seringkali hanya mendapat porsi kecil atau liputan sporadis, terutama saat ada festival budaya. Kurangnya liputan kontinu membuat olahraga tradisional sulit bersaing dalam menarik perhatian publik secara berkelanjutan. Ada pula risiko "komodifikasi" di mana aspek otentisitas dan nilai-nilai tradisional bisa tergerus demi memenuhi tuntutan hiburan massa atau format penyiaran yang lebih "televisual."
Kesimpulan:
Media massa bukanlah sekadar alat, melainkan mitra strategis bagi kelangsungan olahraga tradisional. Dengan strategi yang tepat – seperti menciptakan konten menarik, memanfaatkan platform digital secara optimal, dan berkolaborasi dengan komunitas – media dapat menjadi lokomotif utama yang membawa olahraga tradisional dari arena lokal ke panggung nasional, bahkan internasional. Tanpa adaptasi dan pemanfaatan media yang cerdas, warisan berharga ini berisiko tenggelam di tengah hiruk-pikuk informasi modern.
