Penyakit akibat kerja

Ancaman Tak Terlihat di Balik Rutinitas: Mengenal Penyakit Akibat Kerja

Seringkali kita hanya membayangkan kecelakaan kerja sebagai ancaman utama di tempat kerja. Padahal, ada bahaya lain yang tak kalah serius dan seringkali luput dari perhatian: Penyakit Akibat Kerja (PAK). Ini adalah musuh senyap yang perlahan menggerogoti kesehatan, akibat paparan faktor-faktor di lingkungan kerja.

Apa Itu Penyakit Akibat Kerja?

Penyakit Akibat Kerja adalah kondisi kesehatan yang timbul atau diperparah secara signifikan karena pekerjaan atau lingkungan kerja. Berbeda dengan kecelakaan yang terjadi seketika, PAK seringkali merupakan akumulasi dari paparan jangka panjang terhadap bahaya tertentu.

Pemicu Utama PAK:

Faktor pemicunya beragam, meliputi:

  • Fisik: Kebisingan berlebihan (menyebabkan tuli), getaran (gangguan muskuloskeletal), suhu ekstrem, radiasi.
  • Kimia: Paparan zat beracun melalui pernapasan atau kulit (misalnya pelarut, debu silika, gas), menyebabkan gangguan pernapasan, kulit, atau organ dalam.
  • Biologi: Infeksi dari bakteri, virus, jamur, atau parasit yang banyak ditemukan di lingkungan kerja tertentu (misalnya rumah sakit, pertanian).
  • Ergonomi: Posisi kerja yang salah, gerakan berulang, atau beban berlebihan yang memicu cedera otot, saraf, dan tulang (misalnya Carpal Tunnel Syndrome).
  • Psikososial: Stres kerja, tekanan berlebihan, atau jam kerja tidak teratur yang berdampak pada kesehatan mental dan fisik.

Dampak dan Pencegahan:

Dampak PAK tidak hanya merugikan pekerja secara pribadi (penurunan kualitas hidup, biaya pengobatan), tetapi juga bagi perusahaan (penurunan produktivitas, absensi, biaya kompensasi).

Pencegahan adalah kunci. Perusahaan wajib menyediakan lingkungan kerja yang aman, melakukan identifikasi risiko, serta edukasi. Pekerja juga berperan aktif dengan mematuhi prosedur, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), dan melaporkan kondisi tidak aman.

Mengenali dan mencegah Penyakit Akibat Kerja adalah investasi penting bagi kesehatan individu dan keberlanjutan produktivitas. Jangan biarkan rutinitas kerja mengorbankan kesehatan Anda. Sadari risikonya, lindungi diri!

Exit mobile version