Parlemen Berkuasa: Intip Jantung Sistem Pemerintahan Demokratis
Sistem parlementer adalah salah satu bentuk pemerintahan demokratis paling umum di dunia, dianut oleh negara-negara seperti Inggris, Jerman, Kanada, dan Jepang. Inti dari sistem ini adalah kekuasaan eksekutif (pemerintah) yang berasal dari dan bertanggung jawab penuh kepada kekuasaan legislatif (parlemen).
Berbeda dengan sistem presidensial yang memisahkan secara tegas eksekutif dan legislatif, dalam sistem parlementer ada fusi kekuasaan. Berikut poin-poin kuncinya:
-
Pemisahan Kepala Negara & Kepala Pemerintahan:
- Ada Kepala Negara (bisa raja/ratu monarki konstitusional atau presiden seremonial) yang perannya simbolis dan tidak terlibat langsung dalam pemerintahan sehari-hari.
- Ada Kepala Pemerintahan (biasanya Perdana Menteri atau Kanselir) yang memegang kekuasaan eksekutif nyata.
-
Perdana Menteri dari Parlemen:
- Perdana Menteri adalah pemimpin partai atau koalisi partai yang berhasil meraih mayoritas kursi di parlemen. Anggota kabinetnya pun umumnya berasal dari parlemen.
-
Akuntabilitas & Kepercayaan:
- Pemerintah (kabinet) harus senantiasa menjaga kepercayaan mayoritas parlemen. Jika kehilangan dukungan, parlemen bisa mengajukan mosi tidak percaya yang dapat menyebabkan jatuhnya pemerintahan.
- Ini bisa berujung pada pembentukan pemerintahan baru atau bahkan pemilihan umum dipercepat.
-
Tanggung Jawab Kolektif:
- Seluruh anggota kabinet bertanggung jawab secara kolektif atas kebijakan pemerintah. Jika ada kebijakan yang gagal atau kontroversial, seluruh kabinet bisa dimintai pertanggungjawaban.
Mengapa Sistem Ini Populer?
Keunggulan utama sistem parlementer terletak pada responsivitas dan fleksibilitas. Pemerintah dapat segera merespons perubahan politik atau krisis karena adanya jalur komunikasi dan akuntabilitas langsung dengan parlemen. Proses pengambilan keputusan bisa lebih cepat jika ada mayoritas yang solid. Namun, kelemahannya bisa muncul jika tidak ada mayoritas yang jelas, yang berujung pada seringnya pergantian pemerintahan atau koalisi yang rapuh.
Singkatnya, sistem parlementer adalah model pemerintahan di mana parlemen bukan hanya pembuat undang-undang, tetapi juga penentu dan pengawas utama jalannya pemerintahan, mencerminkan dinamika kehendak rakyat secara langsung.